Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Awal Transisi Madya Praja IPDN

Madya Praja merupakan tingkat kedua dalam kepangkatan saat pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sebuah masa yang tentunya akan memberikan cerita-cerita baru. Perjalanan Muda Praja IPDN telah dilalui hingga saatnya untuk menempuh tingkat Madya Praja. Dalam proses perubahan ini, terjadi yang namanya transisi ke tingkat selanjutnya (madya praja).

Transisi Madya Praja IPDN
Momen pelantikan kenaikan tingkat ke Madya Praja IPDN di Gedung Balairung Rudini

Sebuah transisi yang awalnya muda menjadi madya bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Perlu persiapan yang matang agar tingkatan baru ini dapat dilalui. Berbagai macam persiapan seperti kelengkapan atribut dan seragam disertai mental yang kuat terhadap tekanan yang akan ditemui nantinya. Semua itu harus dipenuhi saat pendidikan. Kisah Muda Praja yang fokusnya penanaman berubah menjadi proses penumbuhan di tingkat Madya Praja. Bertumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Seperti halnya tanaman, bermula dari proses penanaman bibit yang banyak sekali diberikan pengaruh mulai dari pemberian pupuk, penyiraman dan pemeliharaan hingga akhirnya tumbuh untuk melanjutkan proses pertumbuhan berikutnya. Dalam proses penumbuhan ini tentunya diperlukan energi dan usaha yang lebih besar dari proses penanaman. Karena semakin berkembang, tanaman semakin perlu perawatan yang ekstra agar dapat tumbuh dengan baik untuk menghasilkan buah yang berkualitas dari sisi dalam dan luarnya.

Awal Madya Praja merupakan sebuah kebanggaan yang diperoleh. Satu bintang yang ditunggu-tunggu akhirnya menempel di pundak. Pertanda sebuah tanggung jawab yang baru harus diemban dan dilalui. Terima dan laksanakan menjadi kalimat yang ampuh untuk menjalani itu semua.

Pengasuh yang baru akan dijumpai yang tentunya memiliki aturan yang berbeda dari pengasuh sebelumnya. Karena sebagai manusia kita percaya bahwa manusia itu berbeda-beda, kita memiliki kebijakan masing-masing dalam memimpin. Begitupula dengan sifat kepemimpinan pengasuh. Namun, saat ini pengasuh yang baru belum ditentukan. Oleh karena itu, pengasuh Muda Praja masih ditugaskan di wisma masing-masing untuk sementara waktu.Tetapi ada pula sebagian pengasuh yang mendapatkan tugas perbantuan di beberapa wisma.

Pimpinan Baru

Kepemimpinan yang baru sangat dirasakan pengaruhnya saat ini. Kepala Sub Bagian dan Kasat Wira yang baru tentunya memiliki kebijakan yang baru juga dalam membina angkatan tiga puluh menjadi lebih baik. Madya Praja bukan menjadi masa yang harus bersantai-santai melainkan harus lebih disiplin lagi. Karena ada satu hal yang ditanamkan, semakin naik tingkat harusnya semakin lebih baik dan dapat memberikan teladan bagi juniornya bukannya menjadi lebih buruk.

Penyesuaian dengan pimpinan yang baru harus kami lalui dengan baik. Banyak aturan yang perlu dipertegas lagi tentunya. Sistem reward and punishment menjadi salah satu hal yang semakin dicanangkan saat ini. Terjadi pelanggaran dapat hukuman, begitupun sebaliknya kalau tidak ada pelanggaran aman-aman saja atau mendapat reward. Arahan, koreksi, pujian, nasihat semuanya telah banyak kami peroleh dan lalui. Tergantung pribadi masing-masing lagi dalam menindaklanjuti semua proses yang dilalui. Sikap dan gerakan yang tegas harus menjadi ciri khas seorang praja.

Kegiatan pengajaran dan pelatihan untuk saat ini belum dilaksanakan. Semua kegiatan berfokus pada pengasuhan semata. Sehingga peran pengasuh semakin besar diperlukan dalam mendampingi kehidupan praja IPDN. Khususnya dalam memfasilitasi kebutuhan praja IPDN saat ini, mengingat tidak adanya jam kantin dan pesiar untuk saat ini.

Sistem Reward dan Punishment

Reward yang sangat dinanti oleh praja atas penghargaan yang didapatkan yaitu tidak adanya jam aerobik pagi untuk beberapa hari bagi wisma yang mendapatkan hak tersebut. Namun sebaliknya, bagi wisma yang mendapatkan punishment tentunya mendaptkan hukuman yang setimpal. Salah satu punishment yang didapatkan yaitu meresume materi yang berhubungan dengan pemerintahan. Dimana materi tersebut ditentukan oleh masing-masing wisma.

Menurut saya punishment dalam bentuk meresume ini merupakan kebijakan yang sangat baik. Selain karena dihukum, para praja IPDN tentunya juga mendapatkan hal-hal baru sesuai materi yang mereka resume. Sehingga meskipun mereka menjalani hukuman, hukuman tersebut memberikan manfaat yang luar biasa bagi praja IPDN. Setidaknya otak dapat terisi dengan hal-hal positif.

Kegiatan Awal Madya Praja

Untuk kegiatan yang sedang berlangsung saat ini yaitu perlombaan baris-berbaris. Lebih tepatnya Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB). Perlombaan ini diikuti oleh seluruh satuan Madya Praja putra dan putri. Semua berperan dalam menyukseskan kegiatan positif ini. Kegitan ini diwakili oleh perwakilan tiap-tiap lantai di satuan Madya Praja. Dimana disetiap lantai mengutus 19 orang yang terdiri dari komandan pleton (danton) 1 orang dan sisanya berperan sebagai peraga LKBB.

Kegiatan ini bertujuan agar setiap praja dapat menerapkan kedisiplinan baris-berbaris. Sehingga apa yang mereka ketahui tentang baris-berbaris dapat langsung dipraktekan. Kegiatan ini pun di laksanakan dua kali atau dua gelombang dengan syarat orang yang telah mengikuti pada gelombang pertama tidak diperkenankan untuk ikut kembali. Semua yang diterapkan ini pastinya memiliki tujuan tersendiri, salah satunya agar semua praja paham dan dapat mempraktekan baris-berbaris dengan baik. Hingga akhirnya dapat memberikan pengaruh pada siklus kehidupan praja.


"semua hal yang baik dikeluarkan dan hal buruk pecahkan didalam perut saja"



2 komentar untuk "Cerita Awal Transisi Madya Praja IPDN"