Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kuliah di IPDN enak gak sih???

Masuk IPDN enak gak sih? Salah satu pertanyaan yang akan terus dijumpai praja IPDN di manapun ia berada. Masuk IPDN menurut saya merupakan sebuah anugerah terindah dari Tuhan yang diberikan kepada orang-orang terbaik utusan daerah masing-masing. Mengapa saya berkata demikian, karena realitanya setiap tahun puluhan ribu anak bangsa mendaftar perguruan tinggi kedinasan IPDN ini sedangkan yang diterima hanyalah seribuan lebih. Jika diperhatikan tentunya memiliki perbandingan yang jauh antara jumlah pendaftar dengan jumlah yang diterima.

Untuk masuk di IPDN tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu usaha dan kerja keras untuk bisa masuk di sekolah kedinasan ini. Hal ini membuat anak muda khususnya yang baru tamat SMA tetap semangat mempersiapkan dirinya sehingga ada yang rela menghabiskan uang untuk membayar guru les atau mengikuti les masuk perguruan tinggi kedinasan. Usaha-usaha ini rela mereka lakukan hanya untuk menjadi seorang peserta didik di salah satu institusi yang notabenenya berada dibawah naungan Kementerian Dalam Negeri yaitu IPDN.

Berbicara mengenai enak atau tidaknya kuliah di IPDN tentu tergantung pandangan individu masing-masing dalam menyikapi itu semua. Dan pastinya rasa enak dan tidak enak itu sudah wajar dialami oleh Praja IPDN. Selain kuliah di IPDN tentu juga akan merasakan hal yang sama tentunya, yaitu ada rasa enak dan tidak enaknya. Namun, setiap tempat pasti memberikan cerita yang berbeda bagi yang mengalaminya. Menurut saya sendiri lebih banyak enaknya dibanding tidak enaknya saat masuk IPDN.

Nah, lantas apa saja yang terasa enak saat masuk di IPDN ???
Menurut sudut pandang saya yang mengalami sendiri siklus kehidupan Praja di IPDN, rasa enak yang saya rasakan yaitu :

Biaya kuliah gratis

Biaya kuliah di IPDN gratis, sehingga IPDN ini menjadi perguruan tinggi kedinasan yang banyak peminatnya. Sehingga ada kebanggaan tersendiri bagi setiap insan yang lulus karena dapat meringankan pengeluaran orang tua mereka. Jikalau harus kuliah diperguruan tinggi negeri atau swasta tentu pengeluaran orang tua akan lebih besar. Selain biaya kuliah yang gratis, Praja IPDN juga mendapatkan makanan gratis 3 kali sehari yang disiapkan lembaga IPDN. Tentu akan lebih menghemat pengeluaran lagi karena kebutuhan makanan telah terpenuhi dan praja IPDN tidak perlu pusing memikirkan kebutuhan pangan mereka karena sudah ada yang menyediakannya. Kurang enak apa lagi coba?. Sisanya jika ingin menambah kebutuhan nutrisi lanjutan tinggal membeli makanan ringan atau berat di kantin yang berada dalam komplek IPDN. Sehingga tugas praja hanya perlu mentaati aturan yang berlaku dan belajar menimba ilmu agar berpengetahuan tinggi dan berwawasan luas. Tidak perlu memikirkan apa yang akan dimakan saat sarapan sebelum berangkat kuliah atau setelah pulang kuliah karena makanan telah disiapkan oleh petugas Gedung Nusantara Menza (sebutan untuk orang-orang yang bekerja di dapur makanan). 

Bertemu teman se-Indonesia

Salah satu yang menarik kuliah di IPDN yaitu kami semua dapat bertemu teman-teman dari penjuru nusantara, sehingga lingkup pergaulan semakin luas. Di IPDN inilah kami belajar logat daerah masing-masing, sehingga kadang menjadi candaan karena uniknya logat bahasa di tiap daerah. Ada yang orang jawa belajar logat papua, begitu juga sebaliknya. Nah, saat belajar logat antar daerah inilah serasa telah menguasai setiap bahasa daerah di Indonesia. Meskipun belum tahu lebih banyak tentang kosa katanya, tetapi logat saja rasanya sudah cukup. 
Di IPDN ini kami juga belajar tentang toleransi antar umat beragama. Jujur saja saya sendiri baru secara langsung melihat teman sholat didepan mata saya itu saat masuk IPDN ini. Rasanya ada kenyamanan tersendiri ketika kita yang berbeda agama namun dapat hidup berdampingan. Disinilah rasa kebersamaan itu muncul dalam pribadi kami masing-masing. Setiap orang memiliki ciri khasnya masing-masing sehingga membuat kami tidak bosan berada di wisma (sebutan asrama tempat tinggal praja IPDN).

Nah, kedua hal tersebut merupakan sebagian rasa enak atau nyaman yang kami rasakan menurut sudut pandang saya sendiri sebagai penulis.

Untuk tidak enaknya akan saya bahas menyusul.....



"pelangi tidak akan indah jika hanya satu warna, karena keberagaman warnalah pelangi itu menjadi indah"

Posting Komentar untuk "Kuliah di IPDN enak gak sih???"