Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Satu Bintang Madya Praja IPDN

Madya Praja merupakan salah satu tingkatan yang akan diemban setelah melalui masa muda praja. Madya praja ditandai dengan melekatnya satu bintang dibahu para praja yang telah usai menyelesaikan pendidikan satu tahun muda praja. Masa muda praja kosong lecet tak berdaya digantikan masa madya praja penuh gundah dan gelisah.

Satu bintang pangkat madya praja IPDN
Tanda pangkat Madya Praja IPDN


Rabu,12 Agustus menjadi hari yang membahagiakan bagi satuan muda praja angkatan 30. Hari ini merupakan hari dimana mereka akan mengakhiri masa muda praja dan akan dilantik menjadi madya praja. Setelah mendung beberapa hari akhirnya dihari ini mereka dapat melihat cuaca yang cerah dengan sinar satu bintang yang melekat dibahu mereka untuk dipertanggjungjawabkan dalam masa satu tahun kedepan.

Persiapan 

Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut hari yang ditunggu-tunggu tersebut. Mulai dari mempermak Pakaian Dinas Upacara (PDU), Setrika Semir Braso (SSB) pakaian dan atribut yang akan dikenakan, Cukur rambut agar terlihat rapi, dan tidak lupa membeli perlengkapan Madya Praja mulai dari Dek tanda pangkat, Pakaian training pack, Kaos olahraga dan persiapan lainnya yang dibutuhkan saat madya praja.

Kondisi di wisma menjadi berbeda pada hari yang ditunggu-tunggu ini. Banyak praja sibuk memperlengkapi diri mereka masing-masing agar terlihat perfect. Maklum, momen seperti ini hanya didapatkan sekali seumur hidup. Mengaca dan memakai pakaian berulang kali menjadi suatu kebiasaan singkat yang hanya terjadi pada hari itu. Berusaha untuk tampil maksimal dengan seragam yang dimiliki membuat persiapan ini menjadi hal yang paling utama dihari tersebut. 

Braso pin berulang kali agar terlihat semakin mengkilap manjadi salah satu kebiasaan langka yang hanya ditemukan saat momen seperti ini. Menunggu kabar resminya dilantik menjadi madya praja pun dilakukan agar dapat mempost foto tepat pada waktunya. 

Pelaksanaan

Untuk pelaksanaan pelantikan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dimana ditahun sebelumnya dilaksanakan oleh keseluruhan praja, ditahun ini hanya perwakilan praja saja. Perwakilan yang dipilih yaitu dari tiap masing-masing wisma per lantai 5 orang saja. Yang mana secara umum diwakili oleh fungsionaris wisma masing-masing. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Balairung Rudini tepat sekitar pukul 1 siang. Sebelumnya sempat dibatalkan pada pukul 10 pagi karena lain hal dan sebagainya. Kegiatan ini menjadi saksi resminya muda praja dilantik menjadi madya praja untuk angkatan 30.

Madya Praja

Setelah selesai prosesi pelantikan muda praja menuju madya praja. Status madya praja menjadi awal yang harus diemban bagi satuan praja angkatan 30 ini. Pelaksanaan foto-foto pun dilakukan diberbagai tempat hanya untuk mendapat spot foto yang menakjubkan. 

Prosesi foto pun dilaksanakan dengan berbagai macam partner dalam berfoto. Mulai dari foto bersama pengasuh masing-masing, sokon, sokab, sowis, sobat dan dengan teman nongkrong pastinya. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu yang lumayan lama, karena setiap orang tidak ingin ketinggalan momen yang langka ini. Sehingga mereka berupaya untuk menjadikannya investasi masa tua yang dapat dikenang dan diceritakan ke anak cucu.

Malam hari

Malam harinya kegiatan tetap berlanjut. Khusus wismanya saya mengadakan acara makan-makan yang didampingi oleh pengasuh kami beserta 2 orang kakak wasana praja yang menjadi luruh di wisma kami. Panggang memanggang ayam, ubi jalar, dan bakso menjadi kegiatan awal yang dilakukan kami sebelum makan-makan. Kegiatan ini dilaksanakan di plaza kalteng.

Setelah kegiatan makan dilaksanakan tiba waktunya bagi kami semua mendengar pesan dan kesan yang diawali dari pengasuh kami dilanjutkan oleh kakak wasana praja, ketua wisma dan perwakilan dari tiap petak. Dari banyaknya kata yang terucap malam itu, hanya sedikit yang saya ingat diantaranya:
1. Kedepannya tetap semangat.
2. Harus dapat menjadi senior yang dapat memberikan teladan bagi adiknya nanti.
3. Kurangi pelanggaran dan kembangkan ilmu pemerintahan.
4. Tetap kompak dan kekerabatan diantara kami tetap terjaga hingga kami menjadi orang-orang yang mengabdikan diri bagi negeri.
5. Meskipun nanti berlainan wisma tetap saling tegur dan sapa kertika berpapasan (jangan sombong)

Prosesi Api Unggun

Setelah mendengarkan kata-kata. Kegiatan kami selanjutnya yaitu prosesi penyalaan api unggun yang telah kami siapkan sedari sore setelah kegiatan foto-foto. Tidak lupa sebelum penyalaan api unggun ini kami berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga dengan nyalanya api, langkah kami di madya praja diberikan penerangan. Selain itu, kami juga berdoa untuk teman kami yang seminggu lalu berulang tahun yang ke-19 tahun sehingga jalan hidupnya disertai selalu.

Penyalaan api unggun ini, dipimpin oleh pengasuh kami. Kami berdiri mengelilinggi api unggun, sambil bernyanyi disisi hawa panas dari si jago merah ini. Setelah itu, kami melanjutkan kembali kegiatan kami. 

Karena masih ada martabak dan gorengan jadi kami melanjutkan makan kedua menu tersebut. Sebelum kegiatan makan itu, kami membagi makanannya per petak masing-masing agar pembagiannya dapat terkontrol. Makanan yang terbilang enak tersebut disantap dengan cepatnya oleh kami semua. Tidak lupa kami juga menyisihkan teman kami yang jaga wisma hari itu.

Penutup

Semua telah berakhir dan kami pun kembali ke wisma untuk beristirahat menyiapkan diri kami mengawali hari yang baru di masa madya praja esok harinya.

Terimakasih telah membaca. Mohon doanya untuk perjalanan kami di IPDN agar lancar dan sukses selalu. Tidak lupa kami juga berterimakasih kepada orang-orang terkasih kami yang selalu mendukung kami hingga dapat seperti ini.


"Jalani, syukuri, dan nikmati menjadi kata andalan untuk diterapkan"


Posting Komentar untuk "Satu Bintang Madya Praja IPDN"