Siklus Kehidupan New Normal di IPDN Jatinangor
Siklus kehidupan New Normal di IPDN : ibadah, kuliah, lari, upacara makan dan protokol kesehatan, semuanya berubah pada masa New Normal ini.
New Normal menjadi kondisi yang sedang diimplementasikan di Indonesia saat ini. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah sebagai rasa kepedulian mereka terhadap masyarakat, seperti berbagai bantuan sosial pembagian sembako dan masker serta pemberian uang tunai kepada tiap Kepala Keluarga.
Selain itu, Pemerintah juga membuat kebijakan untuk menghadapi masa New Normal ini. Ada tiga fokus kebijakan Pemerintah yang diambil Presiden RI Joko Widodo seperti di lansir pada laman kompas.com (28/06/2020) yaitu pada bidang kesehatan, ekonomi, dan sosial. Semua fokus kebijakan tersebut pastinya diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia.
Seperti yang kita ketahui saat ini banyak sekali masyarakat yang kehilangan pekerjaannya akibat dari dampak pendemi covid-19 ini. Ada sekitar 1,9 juta pekerja yang di- PHK dan dirumahkan akibat pendemi virus corona ini berdasarkan laman kompas.com (19/04/2020) yang lalu. Entah sekarang makin bertambah atau makin berkurang.
Dengan adanya kebijakan di bidang ekonomi diharapkan masyarakat tetap dapat bekerja dengan protokol kesehatan yang telah dicanangkan Pemerintah saat ini. Dengan demikian, kehidupan mereka akan tetap terjamin.
Sampai saat ini masih dapat dirasakan bentuk kepedulian Pemerintah yaitu dengan mengirimkan pesan ke setiap nomor handpone masyarakat seperti yang saya alami saat ini yaitu dari Gugus Tugas yang selalu mengingatkan untuk beraktivitas sesuai Protokol Kesehatan dengan pesan untuk tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.
New Normal Di IPDN Jatinangor
New Normal di IPDN saat ini telah merubah siklus kehidupan Praja pada dasarnya. Banyak sekali kegiatan yang porsinya dikurangi, dirubah waktu pelaksanaannya dan dirubah model pelaksanaannya. Saat ini para Praja juga melakukan setiap kegiatan sesuai anjuran Pemerintah yang khusus dalam masa pandemi virus corona ini.
Apa saja yang terjadi dan diterapkan?
Wisma
Cuci tangan di wastafel
Masa new normal ini mengakibatkan perubahan yang terjadi pada kehidupan di wisma. Saat ini di setiap wisma diperlengkapi dengan sebuah wastafel dan sabun cuci tangan agar para Praja dapat memanfaatkannya dengan baik setelah maupun sebelum beraktivitas.
Airnya terus mengalir dan sabunnya akan selalu terisi, jika habis ada petugas khusus yang mengisi kembali sabun cuci tangan agar tetap tersedia bagi Praja. Selain itu, didepan wisma dekat pintu masuk wisma juga disediakan handsanitizer yang dapat dipergunakan dengan baik.
Ibadah
Telah dilaksanakannya kegiatan beribadah di tempat ibadah masing-masing. Di setiap tempat ibadah juga telah tersedia wastafel yang dapat dimanfaatkan oleh para Praja untuk mencuci tangan. Namun, saat duduk di tempat ibadah para Praja tetap dihimbau untuk tetap menggunakan masker dan jarak duduknya juga telah di atur dengan memasang lakban hitam sebagai tanda untuk tempat yang harus diduduki.
Yang biasanya dalam pelaksanaan ibadah khususnya yang beragama katholik ada berjabat tangan sekarang diganti dengan posisi telapak tangan yang disatukan seperti sikap memohon atau memberi hormat. Kantong persembahan dibiarkan di tempat, sehingga Praja hanya memasukkan persembahan saat ibadah akan dimulai ataupun setelah selesai ibadah.
Kuliah
Kuliah online dengan sistem daring
Pelaksanaan kuliah pada umumnya sama dengan keberadaan mahasiswa yang berada di perguruan tinggi lainnya. Yaitu melaksanakan kegiatan kuliah sistem daring online di wisma masing-masing.
Para Praja memanfaatkan laptop mereka masing-masing dan menggunakan paket internet pribadi. Namun ada juga yang memasang fasilitas wifi bersama di wismanya masing-masing, namun hal tersebut tergantung keputusan dari anggota wisma yang bersangkutan aja.
Berbagai media yang digunakan seperti sistem tatap muka via geogle meet dan zoom. Pastinya keefektifan kuliahnya sangatlah kurang, karena kadang kala putus-putus suaranya mungkin akibat jaringan yang kurang memadai dan faktor lainnya yang mungkin pernah kamu alami saat menggunakan fasilitas tersebut.
Upacara makan
Pelaksanaan upacara makan juga berbeda, yang sebelumnya saat PSBB, upacara makan dilaksanakan di wisma masing-masing, sekarang upacara makan telah dilaksanakan di Gedung Nusantara Menza lagi. Namun tetap memakai masker saat berada di ruangan.
Masker di buka saat makan saja karena tidak mungkin saat makan maskernya dipakai mau lewat mana makanannya masuk hehe.
Satu meja saat ini ditempati 4 orang saja padahal dulunya 6 orang per meja yang saling berhadapan. Hal ini dilakukan guna untuk tetap menjaga jarak antar praja.
Keluar gedung menza juga semakin di tertibkan. Bukan kayak dulu yang langsung berdiri semuanya baru keluar sekarang per blok berdiri lalu keluar berbanjar dan langsung membuat barisan 2 banjar untuk kembali ke wisma.
Aerobik
Sebagai upaya untuk tetap menjaga kesehatan agar tetap prima para Praja juga melaksanakan kegiatan lari pagi yang dimulai rentang pukul 09.00 sampai 10.00 WIB. Itupun saat berlari para Praja dihimbau untuk tetap menjaga jarak satu dengan yang lainnya sekitar dua langkah. Kegiatan ini dilakukan supaya daya tahan tubuh Praja tetap kuat dan memudahkan dalam beraktivitas.
Sakit dan Masuk kampus
Jikalau ada Praja yang sakit ia akan diarahkan ke poliklinik IPDN untuk diperiksa kesehatannya apakah positif corona atau sakit lainnya. Selain itu, jikalau ada Praja yang baru kembali dari daerah ia akan di isolasi terlebih dahulu di Poliklinik IPDN ini selama 2 minggu untuk memastikan kesehatannya tetap aman saat akan masuk wisma.
Hal ini persis diterapkan seperti yang dialami temanku saat kembali dari daerah. Karena saat itu ia mengalami peristiwa duka pada keluarganya. Ketika ia kembali ia langsung diarahkan ke Poliklinik IPDN.
Ini merupakan sebagian dari apa yang telah terjadi di IPDN saat new normal, kisah lainnya akan disampaikan pada artikel berikutnya.
“Ada kalanya berdiam saja dapat menyelesaikan masalah”


Posting Komentar untuk "Siklus Kehidupan New Normal di IPDN Jatinangor"