Filosofi Seragam PDH IPDN
Mempunyai seragam yang menarik perhatian tentunya menjadi sebuah kembanggaan. Sebelum masuk IPDN, saya ingin sekali bisa menggenakan seragam ini. Seragam berwarna coklat yang dinamakan Pakaian Dinas Harian alias PDH. Seragam yang ketat dan rapi ketika dikenakan begitulah dibenak saya saat itu.
Mempesona sehingga selalu dilirik disetiap pergerakan. Ternyata saat masuk di IPDN, penggunaan seragam ini telah diatur dalam Pemendagri No. 46. Wajar saja para Praja membuat seragam PDH itu ketat pada tubuh mereka. Untuk kamu yang akan masuk IPDN wajib tahu filosofi dari seragam PDH yang dikenakan Praja setiap harinya. Filosofi ini harus dimengerti agar kamu dapat menjadi Praja yang ideal.
Sebagian
besar dari kami awalnya belum mengetahui filosofi tersirat seragam PDH yang
dikenakan setiap harinya. Hingga suatu hari pamong pengasuh kami memimpin
apel pagi. Beliau menyinggung tentang filosofi seragam yang kami kenakan setiap
harinya. Beliau sempat bertanya tentang filosofi seragam PDH IPDN kepada kami.
Hanya sebagian dari kami yang dapat manjawab sedangkan yang lainnya hanya
terdiam. Oleh karena itu, beliau langsung memaparkan tentang filosofi seragam PDH
yang kami kenakan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Sedikit yang beliau
sampaikan mengenai filosofi tersebut, namun semuanya dapat membuka pikiran kami
semua.
Beliau menghimbau kami semua untuk mencari tahu lebih dalam lagi
mengenai filosofi tersebut karena yang beliau sampaikan hanya sebagian
kecilnya. Penyampaian pamong pengasuh tersebut membuat saya berniat untuk
menuliskannya kembali dilengkapi dengan sumber-sumber lainnya diinternet yang
nantinya akan saya tuliskan dibagian akhir.
Jadi, untuk
kamu yang akan masuk IPDN atau yang sedang menempuh Pendidikan di IPDN harus
mengetahui hal ini agar kamu dapat mempertanggungjawabkan seragam tersebut.
Karena semua yang telah dibuat pasti memiliki maksud masing-masing yaitu dalam bentuk filosofi ini. Selain itu, keberadaan atribut yang tersemat di seragam PDH harus diketahui juga filosofinya agar digunakan dengan semestinya.
Filosofi seragam PDH IPDN
1. Muts
Warna dasar muts adalah biru
Warna biru ini memiliki makna bahwa seorang praja itu berpikiran luas
memiliki kesetiaan dan tenang dalam pengabdian sesuai dengan sumpah, janji dan
kode kehormatan yang dipegang teguh.
Lis kuning pada muts
Lis kuning ini bermakna bawha seorang praja adalah calon perwira di
bidang pemerintahan. Ketika lulus nantinya akan diangkat menjadi PNS golongan
III/a untuk mengabdi pada masyarakat.
2. Kewiraan
Kata kewiraan berasal dari kata
“wira” yang artinya satria, patriot, pahlawan. Setelah mendapat awalan ke- dan
akhiran -an diartikan menjadi kesadaran, kecintaan, kesetiaan, dan keberanian
dalam membela bangsa dan tanah air Indonesia.
Kewiraan ini letaknya di sisi kiri
atas muts. Sebagai praja ini dilambangkan bahwa seorang praja harus mempunyai
jiwa satria yang selalu siap sedia menghadapi situasi dan tanggung jawab yang
ia terima sebagai praja.
3. Monogram IPDN
Monogram IPDN terletak di kerah baju
PDH. Monogram ini memiliki makna sebagai tanda identitas dari IPDN.
4. Dek/Pangkat
Dek/Tanda pangkat
Dek/Tanda pangkat ini letaknya di Pundak seorang Praja. Mungkin banyak
diantara kita yang bertanya mengapa berada di Pundak sedangkan Sefron milik
taruna berada di lengan atas. Hal itu dapat kamu tanyakan pada Taruna langsung
ataupun kamu cari di internet ya.
Dek/Tanda pangkat ini berada di pundak para
praja yang mempunyai makna bahwa seorang praja memiliki beban dan tanggung jawab besar
yang harus mereka pikul dipundaknya dengan tingkatan muda, madya, nindya, dan
wasana praja.
Mereka menjiwai masa praja sebagai calon pemimpin yang dalam
setiap tindakannya selalu penuh dengan perhitungan, baik sebelum dan sesudah
pekerjaan dilaksanakan. Mereka tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang
nantinya akan memimpin dan mengayomi masyarakat. Oleh karena itu, tanggung jawab
tersebut harus dipikul.
Tingkatan Dek
Setiap tingkatan praja memiliki
jumlah bintang yang berbeda. Filosofi adalah semakin tinggi tingkat
atau semakin banyak bintangnya maka seorang praja akan memiliki tanggung jawab
yang besar pula.
Tingkat I (muda praja) belum ada bintang
Tingkat II (madya praja) memiliki satu bintang
Tingkat III (nindya praja) memiliki dua bintang
Tingkat IV (wasana praja) memiliki tiga bintang
5. Papan nama
Papan nama ini disematkan di atas
saku kanan baju PDH. Warna latarnya hitam dan untuk tulisannya putih. Ini memberikan makna bahwa nama seorang Praja harus bersih diatas hukum yang berlaku.
6. Pin lambang Kemendagri
Lambang pin Kemendagri disematkan
diatas saku kiri baju PDH. Pin ini mempunyai filosofi bahwa seorang Praja berada di bawah naungan Kemendagri.
Jadi, seorang Praja harus taat di bawah keputusan Kemendagri, karena Kemendagri
yang membiayai mereka semua.
Lambang Kemendagri dan papan nama
juga tidak boleh disematkan sejajar. Kemendagri disematkan lebih tinggi sedikit
dari papan nama. Hal ini mempunyai filosofi bahwa seorang Praja harus lebih
mementingkan kepentingan negerinya diatas kepentingan pribadi.
7. Pin Praja Bhayangkara
Pin Praja Bhayangkara terletak di atas
papan nama sebelah kanan. Pin ini didapatkan oleh Praja setelah melaksanakan
kegiatan DIKSAR MENDISPRA (Pendidikan Dasar Mental Disiplin Praja) di Akademi Kepolisian. Ini menandakan bahwa mereka
telah berhasil mengikuti kegiatan Pendidikan dasar mental disiplin praja dan
siap menjadi Praja yang seutuhnya. Dengan mengikuti kegiatan DIKSAR MENDISPRA ini
para Praja diharapkan mempunyai mental yang kuat serta berperilaku disiplin
dalam kehidupan sehari-hari khususnya saat baris-berbaris.
8. Pin PPRM
Pin PPRM (Praja Pelopor Revolusi Mental) terletak di atas papan nama
sebelah kiri berdampingan dengan pin Praja Bhayangkara. Pin ini didapatkan oleh
Praja setelah melaksanakan kegiatan pelatihan khusus dan sosialisai tentang
Revolusi Mental yang berlangsung beberapa hari. Tujuannya agar para Praja dapat
menjadi pelopor revolusi mental saat pendidikan di IPDN untuk mempersiapkan diri nantinya menjadi kader revolusi mental saat ASN.
9. Bordiran lambang IPDN
Bordiran lambang IPDN yang terletak
di lengan kiri baju memberikan filosofi sebagai identitas praja bahwa ia melanjutkan Pendidikan di
lembaga IPDN itu sendiri.
10. Seragam PDH
Warna
Seragam PDH yang memiliki warna
cokelat, sama seperti warna tanah mempunyai filosofi bahwa Praja harus berjiwa
sosial dan kerakyatan tanpa memandang pangkat dan kedudukan, melainkan bersatu
dengan rakyat untuk menciptakan ketentraman dan kesejahteraan.
Desain
Seragam PDH ini bajunya didesain
press body dan bagian ujung celananya agak dibuat melebar agar terkesan rapi
dan menandakan bahwa Praja harus teguh pada prinsip tetapi fleksibel pada
implementasinya.
11. Tali ikat pinggang dan Gesper
Tali ikat pinggang Praja berwarna
hitam mempunyai filosofi bahwa setiap praja terikat oleh hukum. Pada Gesper juga
terdapat lambang IPDN yang menjadi identitas Praja juga.
12. Sepatu
Sepatu PDH praja sama halnya dengan
para ASN yaitu berwarna hitam yang mempunyai filosofi bahwa seorang Praja berdiri di atas hukum.
Sebenarnya
masih banyak lagi yang tersemat pada seragam PDH IPDN yang diperoleh para Praja
atas pengabdian dan perjuangannya. Namun, itu hanya dimiliki oleh sebagian
Praja yang berada pada tingkat dua, tiga dan empat. Ulasan diatas merupakan
bagian umum yang dimiliki oleh semua praja dari tingkat satu sampai empat, khususnya yang dimiliki oleh satuan Muda Praja atau tingkat satu.
Referensi:
Achmad, Laila. 2016. Alasan dan Filosofi Di Balik Seragam Ketat IPDN(dan Sekolah Kedinasan Lainnya). https://rencanamu.id/post/dunia-kuliah/kehidupan-mahasiswa/alasan-dan-filosofi-di-balik-seragam-ketat-ipdn-dan-sekolah-kedinasan-lainnya(diakses 26 Juli 2020).
Semoga filosofi seragam PDH IPDH yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah wawasan kamu.
Terimakasih
telah membaca kiranya ini dapat memberikan ilmu untuk dirimu.
“Semua orang harus melalui proses
untuk mencapai apa yang ingin ia miliki”


Posting Komentar untuk "Filosofi Seragam PDH IPDN"